April Berisik
April kali ini bagiku sangat panjang, sangat lelah, dan sangat menuntut kesabaran.
Bulan ini memang bulan yang menjadi titik jenuh bagiku. Pada masanya haha.
Seperti judulnya, kenapa aku buat April berisik? Karena memang bulan ini membuat aku berisik pada The Mind Is EVERITHING bukuku hehe. Kenapa? Karena aku memilih bercerita hanya di buku saja dan menyembunyikannya dari orang-orang. Jika boleh dibilang buku itu tempat dan temanku berkeluh kesah. Iya. Karena memang jika aku sedang sedih saja aku mencurahkan kepadanya, kalau lagi bahagia mah jarang haha.
Kalau biasanya ga setiap hari aku menulis, tapi kali ini setiap sebelum tidur ada aja yang ingin aku tulis di sana.
Sebenarnya akupun tak tahu benar jenuhku karena apa. Mungkin aku hanya lelah dengan alam semesta. Eh itu tandanya aku tak bersyukur. Ya mungkin saat itu aku memang sedang jauh dengan Sang Maha Pencipta maksudnya imanku sedang melemah. Buktinya list mutabaah bulan Aprilku hanya terisi sampai tanggal 4. Tak seperti bulan-bulan sebelumnya, setiap hari aku ceklis di sana.
Rasanya bulan ini menjadi bulan paling menyedihkan bagiku.
Adakah dari kalian yang pernah sepertiku juga?
Ada kalanya kita ingin menyendiri. Tak mau bertemu dengan orang-orang lalu menyepi. Namun dalam kenyataannya tak bisa semudah itu melakukannya. Karena yang ingin menyendiri sebenarnya ia tak benar-benar bisa sendiri, menyepi bukanlah hal yang pasti, karena bumi tetap berputar dengan segala aktivitas di dalamnya yang tak pernah bisa menyepi.
Aprilku ingin menyepi, tapi ingin berisik hanya untukku saja. Ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Heyy! me time ku butuh lebih banyak dari kebanyakan orang. Aku butuh perjalanan jauh, menatap jendela, menghirup udara segar, berjalan sendiri, tanpa ada pikiran memikirkan seseorang yang akhir-akhir ini memenuhi isi kepalaku. Lah jadi ke situ ya?😂
Menjadi bahagia memang pencapaian manusia yang harus secepatnya terjadi. Tapi jika kita tak mampu bersyukur, bagaimana kita akan bahagia? Lihatlah ke bawah jangan selalu melihat ke atas. Karena mungkin kalau kita selalu melihat ke atas dan kita tak mampu mencapainya kapan kita akan bahagia? Yaa walaupun kita juga harus melihat ke atas sebagai bahan motivasi juga ya.
Merasa diri paling menyedihkan mungkin memang ada fasenya kita harus merasakan ini.
Oke..
Mengeluh karena hal tak kasat mata yang berbolak balik arahnya. Wajar. Ah manusia!
SEMOGA HARIMU MENYENANGKAN!!
JANGAN LUPA BERSYUKUR!😘😘
Komentar
Posting Komentar